Kabel Terbuka dan Melintang Buat Atlet Dayung Indonesia Tersetrum

Atlet Dayung Indonesia

Dunia olahraga Tanah Air baru saja dikejutkan dengan kejadian mengerikan, dimana atlet dayung Indonesia, Dewi Yuliawati, mengalami luka bakar serius. Momen ini terjadi ketika sang atlet melakukan persiapan Asian Games di Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Satu ketika, Yuliawati tersetrum dan insiden ini dibenarkan Kapolsek Pangalengan Kompol Yana. Dan menyampaikan bahwa atlet yang juga pernah membela Indonesia dalam cabang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu mendapatkan perawatan dirumah sakit terdekat.

“Benar adanya kecelakaan,” demikian jawaban dari Yana soal berita atlet kesetrum melalui media telepon.

Dilanjutkan oleh Yana bahwa peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 11 Februari 2018 waktu setempat. Berdasarkan keterangan dari pihak Atlet, dayung yang digunakan oleh Yuliawati tak sengaja membentur kabel listrik di lokasi kejadian.

Sontak benturan itu menghantarkan listrik bertegangan cukup tinggi dan melukai tubuh Yuliawati. Kini atlet kelahiran Indramayu 2 Juni 1997 yang mewakili DKI Jakarta harus menjalani perawatan instenstif demi mempercepat proses penyembuhan.

“Satu korban, korban tersengat setrum kabel listrik PLN yang melintang di Situ Cileunca. Korban mengalami luka bakar di kaki sebelah kiri dan sebelah kanan. Kemarin langsung dibawa ke RSUD Soreang,” lanjut Yana.

Dilain sisi, tim kami berhasil mendapat pernyataan dari Yuliawati sendiri. Dimana sang atlet membenarkan bahwa kejadian itu telah menimpa dirinya dan saat ini masih dalam proses penyembuhan, untuk itu Yuliawati tak bisa berlama-lama memberikan keterangan lebih lanjut.

“Belum membaik, akan tetapi sudah mendingan. Saya masih di Rumas Sakit untuk menjalani beberapa perawatan.” pernyataan singkat Yuliawati via telepon.

Advertisements

Bulutangkis Beregu Asia 2018 Kebanjiran Bonus dari Menpora

Bulutangkis Beregu Asia 2018

Indonesia patut memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tim bulutangkis putra beregu. Bagaimana tidak?, mereka sukses mempertahankan gelar di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia 2018. Jika melihat mentalitas dan kualitas yang diberikan, maka tim Indonesia layak disebut sebagai tim terbaik.

Mendapat apresiasi besar dari tim luar, maka tak berbeda pula dari dalam negeri. Dimana Kemenpora beserta jajaran pendukung langsung memberikan bentuk penghormatan tinggi berupa kucuran bonus senilar Rp 5 miliar.

Kepastian ini didapat setelah Jonatan Christie dan kawan-kawan berhasil mengalahkan China dipartai final. Pertandingan yang digelar di Stadium Sultan Abdul Halim, Alor Setar, Indonesia menang telak 3-1. Terlepas dari kesuksesan tim pria, Indonesia harus segera bebenah lantaran tim putri hanya mampu melaju hingga ke babak semifinal usai dikandaskan oleh Jepang dengan skor 0-3.

Besarnya bonus yang akan diberikan oleh pemerintah Indonesia langsung disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahrga, Imam Nahrawi. Dirinya memastikan bahwa akan ada bonus senilai Rp 5 miliar untuk kontingen bulutangkis yang dikirim PBSI tersebut.

“Bonus totalnya Rp 55 miliar, eh salah, maksudnya Rp 5 miliar. Jangan salah dengar. Total Rp 5 miliar untuk kontingen putra dan putri, nanti PBSI yang akan mendistribusikan pada 42 anggota tim,” demikian pernyataan singkat Imam Nahrawi.

Imam Nahrawi menjelaskan lebih dalam bahwa bonus besar ini merupakan satu gagasan baru sepanjang berdirinya Bulutangkis Beregu Asia. Besar harapan dari Imam Nahrawi agar bisa memberikan kepada semangat atlet di kejuaraan bergengsi yang sudah didepan mata macam Piala Uber dan Thomas, serta Asian Games 2018.

“Sebuah tradisi baru, ini sedang berjalan. Untuk itu kami tidak bagikan sejak dua musim lalu. Ini jadi hal baru bagi olahraga Indonesia,” Imam Nahrawi mengakhiri.

 

La Lakers Mampu Menghidupkan Kembali Gairah Bermain Isaiah Thomas

Isaiah Thomas Lakers

Los Angeles Lakers merupakan satu klub yang spesial bagi Isaiah Thomas, mengapa bisa dikatakan seperti itu. Sang pemain sendiri mengklai bahwa LA Lakers mampu menghidupkan kembali gairah bermain basketnya yang sempat redup lantaran kehilangan gaya bermain.

Dikesempatan terbuka, Isaiah Thomas mampu menunjukan penampilan luar biasa. Dimana dirinya sukses mencetak beberapa skor meski akhirnya LA Lakers harus kalah 123-130 dari Dallas Mavericks akhir pekan lalu. Kekalahan ini tak menutup kebintangan Isaiah Thomas, dimana dia sukses mencetak 22 poin dan 6 assist.

Hasil ini jelas membuat banyak orang terkejut, ketika masih menjabat sebagai pemain Cleveland Cavaliers. Pihak klub akhirnya memutuskan untuk menukar Isaiah Thomas beserta Channing Frye ke Lakers dan mendatangkan Jordan Clarkson dan Larry Nance Jr.

Berbicara performa Isaiah Thomas di Cavs, maka bisa dikatakan bahwa dia sangat buruk dan lambat untuk beradaptasi. Sepanjang kebersamaanya, Isaiah Thomas tercatat hanya bermain sebanyak 15 kali setelah absen lama karena cedera panggul.

Sampai tiba kesempatan datang, Isaiah Thomas pun tak kunjung memberikan kontribusi luar biasa. Dan pihak Cavs pun tetap mempercayakan LeBron James sebagai motor permainan. Kini musim telah berubah, Isaiah Thomas pun merasa lebih bergairah bersama La Lakers.

“Satu atau lebih saya ingin menghasilkan untuk tim. Saya merasa mendapatkan kembali aura bermain saya bersama Lakers. Saya terkejut ditukar. Itu mengejutkan tapi di waktu bersamaan, saya juga senang dengan start baru ini. Saya senang berada bersama Lakers, karena tim ini sangat menarik dengan banyak pemain muda,” ungkap Isaiah Thomas.

“Gaya permainan Lakers sangat cepat naik dan turun, itu sesuai dengan gaya bermain saya. Saya di sini untuk membantu yang terbaik dengan kekuatan yang saya miliki. Sebuah permulaan yang baru dan saya antusias untuk melanjutkan pertandingan demi pertandingan,”

“Merapat ke Lakers adalah situasi yang sama ketika saya ditukar di Celtics. Itu adalah sebuah tim yang sedang membangun sesuatu dan kami berhasil menembus playoff. Itu menjadi tugas saya. Datang membawa semangat, mentalitas pembunuh, dan memberitahu bahwa tim ini punya kesempatan hingga akhir musim reguler. Sekarang semuanya diisi oleh bagaimana meraih kemenangan.” tutup Isaiah Thomas.

 

Kejutan Datang, Sharapova Langsung Tersingkir Dilaga Perdana Qatar Terbuka

Qatar Terbuka

Satu kejadian mengejutkan telah hadir dalam dunia tenis, dimana nama besar Maria Sharapova harus kandas secara instant. Bermain dilaga perdana Qatar Terbuka 2018, perjalanan Maria Sharapova terbilang cepat lantaran tidak bisa berkutik ketika jumpa lawan muda.

Maria Sharapova berkesempatan melawan petenis non unggulan, Monica Niculescu di babak pertama di Khalifa International Tennis dan Squash Complex, Doha, Senin, 11 Februari 2018. Dalam waktu 2 jam 38 menit, petenis Rusia itu membuang keunggulan di set pertama sebelum akhirnya kalah 6-4, 4-6, 3-6.

Maria Sharapova dengan status sebagai wild card, membuat begitu banyak kesalahan dalam pertandingan ini. Berdasarkan data yang berhasil dirangkum, total Maria Sharapova membuat 11 double fault dan 52 unforced error dengan 31 winner.

Termasuk pula satu kesalahan akhir yang membuat Maria Sharapova harus angkat koper lebih cepat. Mencoba melihat lebih dalam, situasi ini terjadi ketika match point dalam kedudukan 5-3 untuk keunggulan Niculescu, pukulan forehand Maria Sharapova harus jauh meninggalkan garis lapangan.

Patut diberikan apresiasi ketika Maria Sharapova memperlihatkan sikap pejuang yang tak pernah berhenti menyerah. Ini tercermin dari momen dimana sang petenis baru saja kembali ke lapangan usai menjalani hukuman skorsing akibat positif doping. Musim 2017 adalah musim spesial bagi Maria Sharapova, kini musim baru telah datang dan dirinya siap mengembalikan nama baiknya dikancah tenis dunia.

Sejatinya sebelum bermain di ajang ini, Maria Sharapova sempat merasakan perbedaan dengan sukses mencapai babak semi final dalam ajang Shenzhen. Berlanjut di Grand Slam pertama setiap tahun di Australia, Maria Sharapova harus kalah dari Angelique Kerber di babak ketiga.

Membedah sepak terjang Maria Sharapova, maka terlihat bahwa dirinya sudah pernah meraih gelar juara Qatar Terbuka. Ini terjadi pada musim 2005 dan 2008. Sementara Qatar Terbuka 2018 ini diikuti oleh beberapa bintang baru macam Caroline Wozniacki, Simona Halep, Garbine Muguruza, Karolina Pliskova, dan Kerber.

 

 

Rakitic Sebut Messi Sebagai Sosok Pemalu

Messi Rakitic

Ivan Rakitic dikenal pemain yang baik dalam menjaga hubungan, hal ini diperlihatkan oleh sang pemain ketika menyebut Lionel Messi sebagai sosok yang pemalu. Penegasan Rakitic ini beralasan karena Messi menjadi berubah ketika mengetahui dirinya menjadi pusat perhatian.

Wajar saja jika Messi mendapat banyak sorotan media positif maupun negatif, pasalnya Messi merupakan satu dari sekian banyak pesepakbola yang memiliki karir cemerlang. Raihan level pribadi maupun level klub memberikan kebenaran bahwa Messi adalah pemain terbaik di dunia ini.

Kesuksesan Messi sebagai pemain sepakbola terlihat dari raihan lima Ballon d’Or. Meski dirinya seorang bintang, Messi merupakan pribadi yang pemalu. Pembenaran ini juga bukan hanya keluar dari mulut Rakitic, namun dibenarkan juga oleh Neymar selaku mantan rekan setim Messi yang kini sudah menetap di Paris Siant Germain, Prancis.

Tak berbeda dengan Neymar, Rakitic lebih menceritakan perubahan itu secara mendalam. Rakitic menambahkan bahwa pemain asal Argentina itu sejatinya juga pribadi yang suka menolong antar sesama, hal ini tercermin dari sikap Messi yang ikut serta dalam acara kemanusiaan.

“Messi merupakan sosok pemalu, dia seperti itu karena semua orang memperhatikannya. Dia merupakan salah satu pemain yang memberi dukungan pada saya disaat saya datang dan saya bertanya-tanya apakah saya butuh sesuatu,” buka Rakitic.

Disisi lain, Rakitic juga berbicara perihal kualitas dan kematangan Messi sebagai seorang pemain. Disini bintang Kroasia tersebut mengatakan bahwa Messi adalah sosok yang besar dan selalu bisa merubah jalannya pertandingan.

“Messi adalah sebuah rujukan, beruntung bagi kami bisa bergantung padanya. Dia tak butuh banyak berbicara untuk bisa mengerti, satu isyarat itu cukup. Dia merupakan yang terbaik dalam sejarah, bisa mengubah pertandingan dalam satu detik,” tutup Rakitic.